Liburan
ke Jawa Timur
Hai
gays, gue mau cerita nih tentang liburan yang gue lakuin kemarin.
Berdomisili di kota Balikpapan Kalimantan
Timur, tujuan liburan ke Pulau jawa ,
tepatnya ke kota Lamongan dimana di kota ini gue dilahirkan (bisa juga dibilang
Mudik :D)
Untuk pergi kesana harus pilih alat
Transportasi, pakai Transporasi Udara atau Transportasi Laut. Karna harga tiket
transportasi udara cukup mahal jadi gue pilih transportasi Laut yang harganya
bisa dibilang cukup murah. Gue pesan tiket untu tanggal 12 juni 2018.
Packing adalah hal yang gue suka dari
sebuah Travelling dan juga hal yang bikin pusing dan capek. Persiapan yang gue
bawa cukup banyak karna rencana Travelling gue cukup lama, antara lain :
-
-
Baju
-
Celana
panjang
-
Celana
pendek
- Topi
-
Kacamata
-
Jam
tangan
-
Jaket
-
Sepatu
-
Sandal
-
Tas
carrier
-
Tas
slempang
-
Obat-obatan
-
Dll
Saran : Bawa perlengkapan secukupnya
saja sesuai kebutuhan. Dan bawa juga tas
berukuran lebih kecil untuk kalian bawa jalan-jalan di daerah wisata.
Gue
kali ini travelling Pakai Tas Carrier EIGER ukuran 45L, terlihat kecil tapi dengan
isi penuh lumayan berat untuk kalian panggul.
(12 – 13 juni 2018)
Perjalanan bermula pada tanggal 12 juni
2018 dengan tiket kapal keberangkatan pukul 17.00 wita. Dari rumah memesan ojek
mobil online untuk pergi ke Pelabuhan Semayang Balikpapan. Kebetulan waktu itu
hujan lebat dan berangin, ada rasa khawatir soal cuaca karna perjalan yang gue
mau tempuh melalui jalur laut yang bisa saja terjadi gelombang besar, Tapi kekhawatiran
itu hilang ketika sore datang dengan matahari yang mulai muncul lagi. Di pelabuhan
tersedia hiburan orkes panggung dangdut dengan penyanyi yang cantik-cantik
(lumayan hiburan tambahan J). Tak lama kapal yang ditunggu
tunggu datang juga, disini kesabaran dan kekuatan diuji, untuk naik ke kapal
gue harus berebutan dengan penumpang lain yang juga ingin masuk kekapal.
Sesampainya di atas pilihlah tempat tidur yang nyaman. Karna terlalu lelah gue
langsung tidur, dan esoknya gue coba untuk naik ketingkat kapal yang paling
tinggi untuk lihat pemandangan. Benar saja pemandangan diatas kapal cukup
indah, terlihat lautan lepas yang luas (sesekali terlihat pulau kecil yang
terlewati), angin yang kencang dan desiran ombak yang terdengar membuat hati
tenang dan bebas (kalian harus coba itu ). Selama perjalanan telah disediakan
makan sebanyak 3 kali untuk sehari semalam, dan juga tersedia Air Panas gratis
untuk kalian bikin mie, kopi dan sebagainya. Seperti jadwal kapal tiba di
Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Jawa Timur pukul 19.00 wib, karna gak mau
berebutan buat turun tangga, gue putusin nunggu sampai para penumpang lain
keluar terebih dahulu, ujun-ujungnya gue keluar jam 21.00 wib. Sampainya disana
sudah ada kerbat yang menjemput, dari kota Surabaya ke kota Lamongan butuh
waktu lebih kurang 2-3 jam, karna lama tak pulang kampung ternyata kota
Lamongan sudah banyak berubah dari tata kota dan jalananya yang semakin bagus,
selama perjalanan gue menikmati gemerlap malam yang klasik dari kota tua ini.
Setibanya di rumah banyak keluarga dan
tetangga yang menyambut meskipun saat itu pukul 1 pagi (kehangatan itu yang
membuat rasa kangen terhadap kampung halaman semakin terasa). Karna ngobrol
sama keluarga gak terasa matahari mulai terbit dan petualangan di tanah
Lamongan dimulai. Pagi-pagi gue udah kejar-kejaran sama ayam yang mau ditangkap
dan akhirnya dapat 2 ekor ayam dan 2 ekor bebek, sekian lama belum pernah
potong ayam kali ini gue beranikan diri meskipun cuma pegangin aja J, setelah tak berdaya ayam dan bebek dicabuti
bulunya dan dimasak. Berhubung baru nyampe semalam jadi gue bongkar isi tas dan
tata perlenkapan di lemari sambil lihat-lihat keliling rumah yang sudah cukup tua tapi tetap kokoh ini. Sore hari
lanjut cari kuliner yang wajib ketika pulang kampung yaitu bakso dengan pentol
ojek( bakso yang berbentuk kecil-kecil) ditambah tahu, telur, usus dan mie yang
jadi tambah nikmat.
Hari ke-2 , 3 , 4 (15, 16, 17 juni
2018)
Selama 3 hari ini gue habisin buat
ketempat keluarga , kerabat, guru dan teman-teman gue yang udah lama gak
ketemu.
Akar Langit Alam -> Pantai
Kutang -> Pantai Asmoro
Hari ini ditemani sahabat-sahabat gue,
rencana mau jalan-jalan kebeberapa tempat wisata di Lamongan yang lagi hits,
kita sepakat kumpul jam 8 pagi tapi ujung-ujungnya jam 11 baru kita kumpul dan
langsung pergi. Untuk ketempat wisata pertama lebih kurang butuh waktu 1 jam,
karna belum tahu tempatnya pakailah kita aplikasi google maps hingga sampailah
kita di tempat wisata ‘’AKAR LANGIT TRINIL’’ tempat ini adalah bukit tinggi
yang terdapat akar pohon besar dan banyak yang membentuk sebuah pola dan
menjulang tinggi sampai ke langit, serta dilengkapi dengan spot foto yang
Instagrameble, kita juga dapat melihat view alam sekitar dari puncak bukit.
Tempat
wisata kedua sedikit lebih jauh dari tempat wisata yang pertama dengan kurang
lebih 20-30 menit perjalanan. Wisata kedua ini adalah wisata ‘’PANTAI KUTANG’’ (agak aneh bukan untuk nama sebuah
pantai :D), untuk menuju pantai kita harus melewati jembatan kayu yang membelah lautan yang
sengaja dibuat untuk kebutuhan wisata. Jembatan itu cukup jauh dan ber-cat
warna warni, sesampainya di pantai kita disambut oleh seni patung bertuliskan
‘’PANTAI KUTANG’’ yang terpampang besar,
juga terdapat pohon bakau serta ayunan yang cocok untuk berfoto.
Karna wisata ketiga yang kita rencanakan
cukup jauh jadi dengan waktu yang sudah senja kita putuskan ke pantai pesisir
depan wisata religi WALI “SUNAN ASMARAKANDI” yang bertempat di desa Brondong,
Blimbing, Lamongan. Disini kita diberikan pemandangan terbenamnya matahari yang
sangat cantik dan sempurna oleh Alam. warna jingga pekat, cuitan burung,
desiran ombak serta angin yang menghempas menemani kita menikmati hari ini.
Disini kita tertawa bahagia dan melepaskan semua beban hidup serta berterima
kasih Kepada Tuhan atas semua nikmat ini.
Hari ke-6 (19 juni 2018)
Alun-Alun Kota
Lamongan
Setiap pagi se-keluarga sering berkumpul
untuk bercengkrama dan berbagi cerita, ini adalah hal paling gue tujuh dalam
sebuah pertemuan. Kebetulan kakak ipar punya sebuah tambak ikan yang lumayan
banyak diisi ikan-ikan besar, disuruhlah untuk ambil ikan di tambak itu, benar
aja baru turun masuk ke dalam tambak, ikan sudah banyak yang berlarian seolah
tak mau gue jaring, dengan jaring banyak ikan yang dapat gue ambil dengan mudah
meskipun harus basah kuyup, karna terkadang seluruh tubuh terjatuh dan masuk
kekubangan air :D. kurang lebih dapat 7 ekor ikan berukuran besar dan langsung
bikin api pembakaran untuk membakar ikan yang gue ambil tadi.
Setelah kenyang menyantap ikan bakar gue
lanjut jalan menuju pusat kota Lamongan, gue pergi ke “ALUN-ALUN KOTA” tempat
yang jadi tempat nongkrong anak muda didaerah sekitar sini. Disini ada bekas
pesawat pribadi, ayunan, mainan anak-anak dan terdapat masjid besar yang tepat
berada didepan ‘’ALUN-ALUN KOTA’’. Dari sini lanjut ke sebuah masjid baru nan
megah yang dinamai ‘’MASJID NAMIRAH’’berkepemilikan pribadi seorang pengusaha
kaya namun berfungsi untuk umum. Disini gue sholat dzuhur dan beristirahat
sambil menikmati keindahan masjid ini. Setelah dari masjid tersebut lanjut cari
makan siang dan bertemu seorang penjual nasi boranan yang terkenal dengan
rasanya yang enak. Habis itu gue mampir ke tempat pelelangan ikan besar di
pusat kota untuk oleh-oleh keluarga.
Hari ke-7 (20
juni 2018)
Wisata Batu Air
Sore hari
ditemani saudara, kita pergi menuju arah utara menggunakan sepeda motor jalan
kita tempuh di kelilingi hutan yang luas dan panjang, serta ditambah lika liku
jalan yang membuat perjalanan jadi menarik. Tibalah didaerah pesisir utara
pulau, terus berjalan mencari tempat yang cocok untuk nongkrong sore hari,
sampai kita menemukan tempat bernama WBA “WISATA BATU AIR”, yang juga
berdekatan dengan tempat kapal pencari ikan beristirahat. Tiket masuk hanya rp.
2000 rupiah untuk 1 motor. Senja mulai datang dengan warna jingga yang khas
menemani sore kami yang indah ini bersama kicauan burung serta hembusan angin
yang datang. Tak pernah terbayangkan akan mendapat momen indah seperti ini.
Malam tiba kamipun beranjak pulang dengan hati senang.
Hari ke 8&9 (21&22 juni 2018)
Berkumpul dengan
keluarga dan teman-teman di desa
Hari ke-10 (23 juni 2018)
Wisata Bahari
Lamongan -> Maharani Zoo&Goa
Salah satu hari yang gue tunggu adalah
hari ini, karena hari ini kita gue mau pergi ke tempat wisata yang jadi
kebanggaan kota Lamongan, apalagi kalo bukan “WISATA BAHARI LAMONGAN dan
MAHARANI ZOO&GOA”. Kedua tempat tersebut berdekatan dan juga mudah untuk
ditujuh dari seluruh kota, tempatnya yang berada di pesisir pantai menambah
keindahan dan daya tarik.
Spot pertama yaitu “MAHARANI ZOO&GOA”
ini adalah sebuah kebun binatang yang dihuni banyak hewan dari hewan jinak
sampai buas, dari hewan darat, amfibi sampai burung juga ada. Harga tiket untuk
1 paket WBL & MAHARANI seharga Rp. 120.000 (cukup terjangkau kan).
Pemakaian gelang tiket dilakukan dipintu masuk oleh para petugas. Baru masuk
kedalam area kebun binatang kalian akan langsung disapa oleh hewan Kudanil,
Buaya, dan kambing Afrika, setelah itu ada hewan Kangguru, Zebra, Unta, Burung
Flaminggo. Disetiap kandang hewan diberi informasi tentang hewan tersebut
sebagai edukasi, disini juga tersedia banyak miniature untuk kalian berfoto
disepanjang perjalanan. Lebih kedalam terdapat hewan Gajah, Jerapah, Harimau,
Singa, Ular, bermacam jenis Burung, Rusa, Kijang dan lainnya. Oh ya tepat di
tengah kebun binatang ada sebuah Goa yang dinamai “GOA MAHARANI”, goa ini asli
terbentuk beribu-ribu tahun yang lalu dengan bermacam macam bentuk dan jenis
batu yang menghiasi goa, seperti batu stalakmit, stalaktit dan batu Berlian
yang sebagian sengaja sudah tertata rapi disebuah tempat dan ada juga yang
menempel pada dinding-dinding goa, Ada juga aliran air yang mengalir dari dalam
bebatuan. Selesai dengan goa masih banyak lagi hewan yang bisa dijumpai sepeti
hewan mamalia sejenis Monyet, Bekantan serta masih banyak hewan lainnya.


Lanjut ke spot “WISATA BAHARI LAMONGAN”
yang biasa disingkat WBL. Tempat ini sangatlah luas, di area luar terdapat patung
berukuran raksasa sebuah Kepiting, Lobster, Anggur dan Ubur-Ubur, serta area
berbelanja pakaian, aksessoris, makanan, mainan, sampai hewan peliharan. Tempat
ini sangat unik dengan ornamen dan hiasan yang menyerupai sebuah kerajaan bajak
laut dan juga beberapa kehidupan alam. Langkah kaki pertama melangkah
keindahannya sudah mulai terasa, terdapat penyewaan kendaraan golf jika ingin,
banyak patung katak untuk berfoto serta taman burung Flaminggo. Didlam sini
banyak sekali wahana yang bisa kalian coba mainkan layaknya Komidi Putar,
Ayunan Putar, Drop Jumping, Roller Coster, Crazy Car, Rumah Sakit Hantu, Rumah
Bajak Laut, Rumah kaca, Perang Kapal, Kereta putar, Balap Gokar, Balap Motor
Cross, Balap OffRoad, Flying Fox, tempat
bermain untuk anak-anak juga tersedia dan masih banyak lagi. Tak hanya mainan
terdapat juga tempat edukasi seperti Museum Islam Ramadhan, Museum Boneka,
Museum kapal, Rumah Kucing, Bioskop 3 Dimensi, Museum 3D Art, Taman Air Mancur
DLL.
Gue coba hampir semua wahana yang memang
menantang dan memacu adrenalin, ketika mencoba komidi putar area luas WBL
terlihat terbentang penuh dengan wahana yang tersedia, ketika melihat orang
lain naik wahana Ayunan Putar gue merasa tertatang dan coba naik wahana itu, pertama
mutar rasanya biasa aja tapi lama kelamaan putaran semakin cepat dan ayunannya mulai
terangkat sampai keatas, disitu gue meras takut dan senang, spontan aja gue teriak
dengan keras sampai wahana mulai memelan dan berhenti. Sampainya dibawah rasa
mual dan pusing datang, tak kuat berjalan gue tiduran di kursi sampai rasa
pusing itu hilang. Wahana yang hampir sama tapi berbeda sebut aja Kursi Goyang
Putar dan hasilnya pun sama kaya pas naik ayunan putar sama-sama bikin pusing
:D. sampai didalam gue coba permainan extreme Crazy Car, mainan ini adalah
mainan mobil yang berlajur rel kereta dengan jalur Roller coster, naik gue
mobil pertma dan paling depan(biar kerasa menantang) yang paling bikin
merinding itu pas mobil belok tajam dengan kecepatan yang cepat itu berasa kaya
mau terbang tapi masih nyangkut :D, ketika jalur turun nyawa seperti tertinggal
diatas karna sangking tajamnnya turunannya. Roller Coster jadi pilihan selanjutnya
duduklah gue sama temen gue di paling depan, Roller Coster mulai berjalan dengan
cepat dan berputar-putar sekitar 5 menit sampai pusing kepala ini hehehe(tapi
seru). spot wahana yang gak habis-habis jika kalian ingin mencoba semuanya.
waktu mulai sore jadi waktunya menikmati suasana pantai yang tersedia ditempat
wisata ini,tiduran diatas ayonan Hamog dengan pemandangan pantai dengan Laut yang indah. Ramai orang yang
berlibur ditempat wisata ini yang bisa bikin asik perjalanan kalian. Berhubung
ada juga kolam renang, sebelum pulang gue berenang dulu Sekalian mandi :P, oh
ya ada juga tempat panggung hiburan yang bisa kalian kunjungi jika kalian ingin
melihatnya.


Hari ke-11 (24 juni 2018)
Water Park ->
Mall Keraton
Pagi hari pukul 05.00 gue sekeluarga siap
siap, sebelum pergi kami sempatkan untuk berfoto bersama seluruh anggota
keluarga. Tempat pertama yang di tujuh yaitu rumah paman, kurang lebih 1,5 jam
perjalanan, sesampainya disana kami bercanda tawa serta makan bersama, kebetulan
depan rumah paman terdapat masjid yang didalamnya mengalir sumber mata air suci
peninggalan wali songo “Maulana Malik Ibrahim”,
yang katanya tak habis-habis meskipun banyak orang mengambil air tersebut untuk
pengobatan, masjid tersebut berada di desa Leran, Gresik jawa timur.
Selanjutnya pergi ke tempat yang lagi popular
di kota lamongan yaitu “Masjid Namirah”, beberapa hari sebelumnya gue sudah
datang kesini tapi tetap merasa terpukau
dengan arsitektur yang indah dari masjid ini.
Hari
sudah siang lanjut gue pergi ke rumah om dan tante gue yang ada di kota
Bojonegoro,sempat nyasar beberapa kali akhirnya kita menemukan rumah mereka, disini disambut hangat dengan makanan yang
sudah disiapkan, selesai bercengkrama kami pamit untuk pulang. Di tengah jalan
untuk pulang kami memutuskan mengajak keluarga ke “Mall Keraton” dan “Water Park”
yang berlokasi dalam satu tempat. Tiket masuk kolam hanya rp.5000 untuk
malam hari, setelah berenang gue main beberapa permainan di time zone erta
berbelanja, karna hari sudah malam gue putuskan untuk pulang kerumah.
Hari ke-12&13 (25&26 juni 2018)
Berbelanja
dan berwisata kuliner
Hari ke-14 (27 juni 2018)
Wisata Akar
Langit -> Pantai Kutang -> Maharani Zoo&Goa
Kegiatan hari ini masih lanjut untuk
liburan tapi kali ini tempat yang menjadi tujuan adalah tempat yang sebelumnya
sudah gue datangin beberapa hari lalu. Mula mula “Wisata Akar Langit Alam Trinil”,
tempat yang selalu ramai di kunjungi pengunjung, berhubung cuaca yang terik dan
keberadaan tempatnya yang berada di atas bukit jadi gue Cuma ambil beberapa
foto. Lanjut ke “Pantai Kutang” yang
fenomenal dengan namanya :D, disini kebetulan pengunjung tak cukup banyak dari
sebelumnya kudatangin, jadi bisa foto sebanyak-banyaknya, tapi karna panas dan
lapar gue langsung makan dengan sedikit foto. Maunya sih pulang-pulang bawa
ikan segar untuk bikin ikan bakar namun sayang ikan yang gue cari di TPI(Tempat
Pelelangan Ikan) di desa Blimbing, lamongan ternyata ikan habis, jadi langsung
aja lanjut tancap gas ke “MAHARANI
ZOO&GOA” untuk membeli beberapa Aksesoris untuk oleh-oleh buat kawan-kawan.
Hari mulai sore paling enak nikmatin suasana pesisir sambil minum Es Degan dan
rujak yang segar. Sebelum pulang mampir dulu ke kolam renang “Refreshing” untuk nyegerin badan
setelah berkeliling.



Hari ke-15 (28 juni 2018)
Packing day
Tinggal
sehari lagi masa liburan di kota Lamongan kali ini berakhir tak terasa hari
berlalu dengan cepat, kembali gue packing Pakaian ke dalam tas carrier untuk
persiapan balik ke kota Balikpapan.
29 juni 2018
Tiket sudah siap denan keberangkatan pukul
18.00 wib dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Berpamitan dengan keluarga
untuk berjuang dengan pergi jauh adalah hal yang berat dan mengundang air mata
untuk menetes turun, tak ada yang sanggup seseorang untuk melewati fase ini
dengan baik-baik saja. Berangkat dari rumah pukul 14.00 wib dengan transportasi
Travel Bus mini melewati jalan komplek pabrik yang macet karna dilalui
kendraan-kendaran besar, akhirnya sampai di pelabuhan pukul 17.00 wib. Langsung
naik ke tingkat 2 kapal dan dapat ranjang tempat tidur yang nyaman, kapal mulai
melaju meninggalkan pelabuhan yang artinya meninggalkan kota Surabaya. Setelah 24
jam pada tanggal 30 juni 2018 pukul 18.00 wib kapal berhenti sejenak di
pelabuhan Batu Licin, provinsi
Kalimantan Selatan untuk transit penumpang. Disini pemandangan
pulau-pulau kecil lumayan indah seperti di Pulau Raja Ampat (semoga bisa segera
kesana :D),disini juga bisa terlihat air payau yang terjadi ketika air laut
bertemu dengan air sungai. Kapal kembali melaju perlahan, meskipun terlambat
sekitar 8 jam dari jadwal yang mulanya kapal akan bersandar tanggal 1 juli 2018
pukul 04.00 wita, tapi akhirnya sampai
juga di pelabuhan Semayang Balikpapan tanggal 1 juli 2018 pukul 14.00 serta
pulang ke Rumah dengan Selamat.